Raline Shah kembali mencuri perhatian melalui penampilannya di berbagai agenda festival film internasional. Pada Festival Film Cannes 2026, ia tampil dalam sejumlah acara penting sekaligus mengenakan karya desainer Indonesia. Kehadirannya menjadi ruang bagi fashion Tanah Air untuk tampil berdampingan dengan industri kreatif global.
Cannes Menjadi Salah Satu Panggung Penting
Pada Cannes 2026, Raline menghadiri pemutaran film The Beloved serta sejumlah agenda industri perfilman. Ia juga mengikuti acara Women in Motion by Kering yang menjadi bagian dari rangkaian festival.
Kehadiran tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Raline di festival film tidak hanya berkaitan dengan karpet merah. Ia juga terlibat dalam berbagai pertemuan dan kegiatan yang mempertemukan pelaku industri film dari berbagai negara.
Gaun Sapto Djojokartiko Hadir di Karpet Merah
Salah satu penampilan Raline yang mendapat perhatian adalah gaun rancangan Sapto Djojokartiko. Busana tersebut dibuat khusus untuk penampilannya pada pemutaran The Beloved.
Gaun berwarna Oyster itu menggunakan siluet yang lebih modern dengan detail bordir Yayi Ukir. Menurut Sapto, rancangan tersebut menggabungkan nuansa glamor klasik dengan sentuhan warisan budaya Indonesia.
Proses Pengerjaan Memerlukan Waktu Panjang
Di balik penampilan tersebut terdapat proses pengerjaan yang cukup detail. Sapto mengungkapkan bahwa gaun itu membutuhkan sekitar 800 jam untuk diselesaikan.
Konstruksi, bordir, dan bagian busana yang bersifat struktural dikerjakan secara cermat. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pakaian tetap terlihat kuat secara visual, tetapi nyaman ketika digunakan di karpet merah.
Sentuhan Indonesia Tetap Dipertahankan
Penampilan Raline di Cannes tidak selalu menggunakan pendekatan busana Barat. Pada kesempatan sebelumnya, ia juga pernah membawa kebaya dan beskap ke festival tersebut.
Pada Cannes 2024, misalnya, Raline mengenakan kebaya rancangan Sapto Djojokartiko yang dipadukan dengan kain ulos. Ia juga pernah tampil mengenakan beskap kontemporer karya Wilsen Willim.
Fashion Menjadi Bagian dari Diplomasi Kreatif
Pilihan menggunakan karya desainer Indonesia membuat kehadiran Raline memiliki dimensi lain. Fashion tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga menjadi cara memperkenalkan kreativitas dan keterampilan perancang dari Indonesia.
Sapto Djojokartiko sendiri menyebut penampilan Raline di Cannes sebagai bagian dari upaya menempatkan karya Indonesia dalam percakapan fashion global. Detail lokal kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk busana yang sesuai dengan suasana karpet merah internasional.
Perjalanan Raline Berlanjut ke Festival Internasional Lain
Cannes bukan satu-satunya festival film internasional yang pernah dihadiri Raline. Pada awal 2026, ia juga hadir di Sundance Film Festival ketika film Indonesia Para Perasuk masuk dalam program festival tersebut.
Dalam kesempatan itu, Raline kembali mengenakan karya Sapto Djojokartiko. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap karya sineas Indonesia yang tampil di panggung perfilman internasional.
Membawa Nama Desainer Lokal ke Panggung Dunia
Rangkaian penampilan Raline memperlihatkan bagaimana industri film dan fashion dapat saling mendukung. Ketika seorang aktris tampil di festival internasional dengan karya perancang dalam negeri, perhatian publik tidak hanya tertuju pada figur yang mengenakannya.
Karya desainer, teknik pengerjaan, motif, serta unsur budaya yang dibawa dalam busana ikut mendapatkan ruang. Dari Cannes hingga Sundance, langkah Raline menjadi salah satu contoh bagaimana fashion Indonesia dapat hadir dalam percakapan kreatif di tingkat global.