Vicky Shu menunjukkan cara berbeda dalam memanfaatkan media sosial di tengah kesibukannya sebagai penyanyi dan figur publik. Ia tidak segan mempromosikan kemampuan bernyanyinya melalui Threads demi membuka peluang pekerjaan. Bagi Vicky, aktivitas tersebut bukan sesuatu yang memalukan karena jiwa berdagang memang sudah melekat dalam dirinya sejak sebelum dikenal luas.
Jiwa Dagang Sudah Ada Sejak Sebelum Terkenal
Vicky Shu mengungkap bahwa kebiasaan berdagang bukan sesuatu yang baru ia lakukan setelah menjadi artis. Sebelum namanya dikenal di industri musik, ia sudah pernah menjalankan bisnis sepatu. Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa melihat peluang dari berbagai sisi.
Karena itu, Vicky tidak merasa canggung ketika harus menawarkan kemampuan sendiri kepada calon pengguna jasa. Ia memandang profesinya sebagai penyanyi juga dapat dikelola dengan pola pikir seorang pedagang. Kemampuan bernyanyi menjadi sesuatu yang bisa ditawarkan secara langsung kepada masyarakat.
Threads Jadi Ruang untuk Mencari Peluang
Belakangan, Vicky cukup aktif menggunakan Threads. Ia tidak hanya mengunggah tulisan, tetapi juga berinteraksi dengan pengguna lain melalui kolom komentar. Dari aktivitas tersebut, ia membuka kemungkinan bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan jasa penyanyi.
Vicky mengaku mendapatkan pertanyaan hingga tawaran pekerjaan melalui nomor kontak manajemen yang dicantumkan di profil media sosialnya. Ia memang tidak memastikan seluruh tawaran tersebut berasal dari Threads, tetapi aktivitas di platform tersebut turut membuka ruang komunikasi baru.
Tak Gengsi Menawarkan Kemampuan Sendiri
Bagi Vicky, mencari pekerjaan dengan cara mempromosikan diri bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Ia justru melihat langkah tersebut sebagai bentuk usaha untuk menjemput peluang.
Sikap itu juga menunjukkan bahwa popularitas tidak membuatnya hanya menunggu tawaran datang. Vicky tetap aktif memperkenalkan kemampuan yang dimiliki. Cara tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana seorang figur publik dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun relasi dan membuka peluang profesional.
Dari Jual Sepatu hingga Jual Bakat
Pengalaman berjualan sepatu menjadi salah satu bagian dari perjalanan Vicky sebelum dirinya dikenal sebagai penyanyi. Jiwa kewirausahaan tersebut kemudian terbawa dalam perjalanan kariernya di dunia hiburan.
Ia bahkan menyamakan aktivitas menawarkan jasa bernyanyi dengan berdagang. Menurutnya, ketika seseorang memiliki kemampuan tertentu, kemampuan itu dapat ditawarkan kepada pihak yang membutuhkan. Dalam konteks dirinya, yang ditawarkan adalah bakat bernyanyi dan pengalaman tampil.
Kebiasaan Berinteraksi Bukan Hal Baru
Aktivitas Vicky di media sosial juga bukan sesuatu yang baru dimulai melalui Threads. Ia mengaku sudah terbiasa berinteraksi dengan pengikut sejak era Twitter. Kebiasaan membaca dan membalas pesan membuat komunikasi dengan warganet menjadi bagian dari aktivitas digitalnya.
Di Threads, Vicky merasa lebih leluasa untuk ikut dalam percakapan yang muncul secara spontan. Ia dapat membalas komentar, membaca pesan, dan berinteraksi dengan orang yang sebelumnya tidak dikenalnya. Pola komunikasi tersebut membuat media sosial tidak hanya menjadi tempat berbagi konten, tetapi juga ruang membangun koneksi.
Media Sosial Membuka Jalur Baru
Cara Vicky Shu memanfaatkan Threads memperlihatkan perubahan pola promosi di industri hiburan. Seorang penyanyi tidak selalu harus menunggu pihak penyelenggara menghubungi manajemen. Media sosial memungkinkan artis memperkenalkan kemampuan secara langsung kepada calon pengguna jasa.
Bagi Vicky, yang terpenting adalah tetap berusaha dan tidak merasa gengsi untuk menawarkan kemampuan sendiri. Tawaran manggung yang masuk melalui kontak yang ia bagikan menjadi salah satu bukti bahwa aktivitas digital dapat membuka peluang profesional.
Pada akhirnya, sikap Vicky menunjukkan bahwa popularitas bukan alasan untuk berhenti mencari peluang. Jiwa berdagang yang sudah ia miliki sejak lama justru membuatnya lebih terbuka terhadap berbagai cara untuk mengembangkan karier. Threads kemudian menjadi salah satu ruang yang ia gunakan untuk tetap aktif, berinteraksi, sekaligus memperkenalkan bakat bernyanyinya kepada publik.