Melvina Husyanti Ceritakan Perjalanan Tak Terduga, Rela Keluar Biaya Jutaan untuk Pulang

0 0
Read Time:2 Minute, 18 Second

Selebgram Melvina Husyanti menceritakan perjalanan tak terduga yang harus ditempuh untuk kembali ke Palembang. Rencana awalnya berubah setelah penerbangan dari Jakarta terdampak penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Bersama rombongan, Melvina akhirnya memilih jalur darat agar bisa segera melanjutkan perjalanan pulang.

Perjalanan tersebut dilakukan setelah Melvina tiba dari Bangkok dan transit di Jakarta pada Minggu, 6 September 2026. Ia awalnya berencana menginap semalam di Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke Palembang. Namun, situasi di bandara membuat rencana tersebut harus berubah secara mendadak.

Penerbangan ke Palembang Batal

Melvina mengatakan dirinya baru mengetahui penerbangan terdampak ketika bangun pada pagi hari. Bandara Soekarno-Hatta ditutup dan sejumlah penerbangan dibatalkan karena kondisi yang berkaitan dengan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Situasi tersebut membuat Melvina dan rombongan tidak mengetahui kapan penerbangan dapat kembali beroperasi. Mereka kemudian mempertimbangkan pilihan lain agar perjalanan menuju Palembang tetap bisa dilanjutkan.

Memilih Jalur Darat

Setelah mencari informasi, Melvina bersama rombongan akhirnya memutuskan menggunakan jalur darat. Rombongan yang berjumlah 10 orang menyewa dua mobil untuk menuju Pelabuhan Merak sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal.

Mencari kendaraan ternyata juga tidak mudah. Mereka harus menghubungi sejumlah penyedia kendaraan sebelum akhirnya mendapatkan mobil yang dapat digunakan untuk perjalanan menuju Merak.

Perjalanan Melewati Merak dan Bakauheni

Setelah sampai di Pelabuhan Merak, rombongan melanjutkan perjalanan dengan kapal menuju Bakauheni. Penyeberangan tersebut berlangsung sekitar 1 jam 45 menit.

Melvina mengaku perjalanan terasa cukup menegangkan karena jalur laut yang mereka lewati berada di kawasan Gunung Anak Krakatau yang sedang mengalami erupsi. Ia juga memperhatikan kondisi langit ketika rombongan mulai memasuki wilayah Lampung.

Lega Saat Tiba di Sumatra

Selama perjalanan, Melvina menyebut abu vulkanik tidak terlihat terlalu tebal. Namun, ketika kapal semakin mendekati wilayah Lampung, ia melihat langit tampak berwarna abu-abu.

Perasaan lega baru muncul ketika dirinya dan rombongan menginjakkan kaki di Pulau Sumatra. Setelah perjalanan yang sebelumnya tidak direncanakan, mereka merasa sudah semakin dekat dengan tujuan akhir di Palembang.

Habiskan Rp8,4 Juta untuk Perjalanan

Perjalanan darat tersebut menempuh jarak sekitar 360 kilometer menuju Palembang. Melvina mengatakan biaya yang dikeluarkan rombongan mencapai sekitar Rp6,2 juta di luar biaya tol dan tiket kapal.

Dalam keterangannya di kolom komentar unggahan, Melvina menyebut sekitar Rp1,2 juta digunakan untuk membayar tol, sedangkan sekitar Rp1 juta untuk tiket kapal pulang pergi. Jika seluruh pengeluaran dihitung, total biaya perjalanan mencapai sekitar Rp8,4 juta.

Pengalaman yang Tidak Direncanakan

Melvina mengakui perjalanan tersebut membuat rencana kepulangannya berubah total. Meski harus mengeluarkan biaya lebih besar dan menempuh perjalanan darat yang cukup panjang, ia memilih langkah tersebut karena tidak ingin menunggu tanpa kepastian mengenai penerbangan.

Kisah tersebut kemudian dibagikan melalui Reels Instagram dan menjadi cerita perjalanan tersendiri bagi Melvina. Perjalanan yang awalnya hanya direncanakan melalui jalur udara akhirnya berubah menjadi perjalanan darat dan laut sebelum ia kembali ke Palembang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %