Kontroversi Iklan Novig Berdampak ke Instagram Sydney Sweeney, Ratusan Ribu Followers Pergi

0 0
Read Time:2 Minute, 38 Second

Sydney Sweeney kembali menjadi sorotan setelah iklannya untuk platform prediksi olahraga Novig memicu perdebatan di media sosial. Dalam iklan tersebut, Sweeney tampil dengan tubuh yang sebagian besar ditutupi perlengkapan olahraga. Sejumlah atlet perempuan kemudian mengkritik kampanye tersebut karena dinilai terlalu menonjolkan seksualisasi perempuan dalam olahraga.

Kontroversi itu kemudian diikuti perubahan jumlah pengikut Sweeney di Instagram. Data Social Blade yang dikutip sejumlah media menunjukkan akun tersebut kehilangan lebih dari 200 ribu pengikut dalam beberapa hari. Namun, data tersebut tidak dapat memastikan alasan setiap pengguna memilih berhenti mengikuti akun Sweeney.

Iklan Novig Memicu Perdebatan

Iklan berdurasi sekitar 60 detik tersebut menampilkan Sweeney menggunakan berbagai perlengkapan olahraga untuk menutupi bagian tubuhnya. Kampanye itu dibuat untuk mempromosikan Novig sebagai platform prediksi yang berfokus pada olahraga.

Konsep tersebut segera menarik perhatian karena pendekatan visualnya. Dalam beberapa hari setelah dirilis, iklan itu menjadi bahan pembicaraan di berbagai platform dan memunculkan respons dari sejumlah atlet profesional.

Sejumlah Atlet Perempuan Memberikan Kritik

Beberapa atlet perempuan secara terbuka menyampaikan keberatan terhadap iklan tersebut. Perenang Australia dan peraih empat medali emas Olimpiade Ariarne Titmus menjadi salah satu tokoh yang mengkritik kampanye tersebut. Sprinter Inggris Amy Hunt dan sejumlah atlet lain juga menyampaikan pandangan serupa.

Kritik mereka terutama berkaitan dengan cara perempuan ditampilkan dalam konteks olahraga. Para atlet tersebut menilai pembahasan mengenai perempuan dalam olahraga seharusnya juga menampilkan kerja keras, kemampuan fisik, dan pencapaian atlet.

Jumlah Followers Sweeney Menurun

Perubahan jumlah pengikut Sweeney menjadi bagian lain dari perhatian publik. Menurut data Social Blade yang dikutip The Independent, ia kehilangan sekitar 136.848 pengikut pada Minggu dan 66.446 pengikut pada Senin. Sebelumnya, jumlah pengikutnya justru sempat bertambah setelah iklan dirilis.

Secara keseluruhan, laporan media memperkirakan penurunan mencapai lebih dari 200 ribu pengikut. Meski demikian, angka tersebut tetap relatif kecil dibandingkan jumlah pengikut Sweeney yang mencapai lebih dari 25 juta. Selain itu, sebagian pengikut kembali bertambah setelah periode penurunan tersebut.

Sweeney Tetap Mempertahankan Konsep Iklan

Sweeney tidak menarik diri dari kampanye tersebut. Ia sebelumnya menjelaskan bahwa konsep iklan dibuat untuk menghadirkan pendekatan yang menyenangkan dan menempatkan olahraga sebagai fokus utama. Novig juga mempertahankan kampanye tersebut setelah kritik bermunculan.

Sweeney kemudian mengunggah sejumlah gambar atlet yang pernah tampil tanpa busana dalam pemotretan majalah, termasuk Serena Williams dan Ronda Rousey. Unggahan tersebut dipandang sebagai respons terhadap perdebatan mengenai cara tubuh atlet perempuan ditampilkan di media.

Sweeney Bukan Sekadar Bintang Iklan

Hubungan Sweeney dengan Novig juga berbeda dari kerja sama promosi biasa. Ia disebut menjadi strategic partner sekaligus pemegang saham di perusahaan tersebut. CEO Novig Jacob Fortinsky mengatakan Sweeney turut terlibat dalam pengembangan konsep kampanye.

Keterlibatan tersebut membuat kontroversi tidak hanya berkaitan dengan sebuah iklan. Sweeney juga memiliki hubungan bisnis langsung dengan perusahaan yang produknya dipromosikan dalam kampanye tersebut.

Perdebatan Masih Berlanjut di Media Sosial

Kontroversi iklan Novig memperlihatkan bagaimana kampanye selebritas dapat berkembang menjadi perdebatan yang jauh lebih luas. Kritik dari atlet, perubahan jumlah pengikut, serta respons dari Sweeney membuat iklan tersebut terus menjadi bahan pembicaraan.

Di sisi lain, besarnya perhatian juga membuat Novig memperoleh eksposur yang luas. Dampak jangka panjang terhadap citra Sweeney maupun perusahaan masih belum dapat dipastikan. Untuk saat ini, kontroversi tersebut masih menjadi salah satu pembicaraan besar di media sosial seputar iklan olahraga dan representasi perempuan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %