Athalla Naufal Dijadwalkan Jalani Pemeriksaan, Ini Perkara yang Membuat Namanya Disorot

0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

Nama Athalla Naufal kembali menjadi perhatian setelah Polda Jawa Timur menjadwalkan pemeriksaannya terkait pengembangan kasus dugaan arisan online fiktif. Penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Jatim menjadwalkan Athalla untuk memberikan keterangan pada 30 September 2026. Ia termasuk sejumlah figur publik yang disebut pernah terlibat dalam promosi program arisan tersebut.

Pemanggilan itu dilakukan untuk mendalami hubungan para figur publik dengan kegiatan promosi yang dilakukan oleh pengelola arisan. Status sebagai saksi dalam pemeriksaan tersebut tidak berarti Athalla telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui bentuk kerja sama, promosi, serta informasi lain yang berkaitan dengan perkara.

Kasus Berawal dari Dugaan Arisan Online Fiktif

Perkara yang sedang dikembangkan Polda Jatim bermula dari dugaan pengelolaan arisan online fiktif. Polisi menetapkan JNK sebagai salah satu tersangka dan menyebut program tersebut dipromosikan melalui media sosial untuk menarik peserta.

Menurut penyidik, aktivitas yang berkaitan dengan perkara tersebut memiliki nilai transaksi sekitar Rp71 miliar. Polisi juga menyebut jumlah korban mencapai sekitar 140 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Nama Athalla Disebut dalam Promosi

Dalam pengembangan perkara, polisi menyebut sejumlah artis dan selebgram pernah mempromosikan program arisan tersebut. Athalla Naufal termasuk nama yang disebut dalam informasi mengenai figur publik yang pernah menerima tawaran promosi.

Penyidik kemudian memanggil para figur publik untuk meminta keterangan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana bentuk kerja sama yang dilakukan, termasuk materi promosi dan komunikasi dengan pihak pengelola arisan.

Pemeriksaan Athalla Dijadwalkan 30 September

Berdasarkan informasi penyidik yang dikutip detikJatim, pemeriksaan Athalla dijadwalkan pada 30 September 2026. Sebelumnya, beberapa figur publik lain juga telah memiliki jadwal pemeriksaan pada pekan yang sama.

Namun, sebagian saksi belum memenuhi panggilan sesuai jadwal. Polisi menyebut ada saksi yang meminta penjadwalan ulang karena memiliki agenda lain. Sebagian lainnya disebut belum memberikan respons terhadap surat panggilan.

Polisi Telusuri Peran Para Figur Publik

Pemeriksaan terhadap figur publik menjadi bagian dari pengembangan penyidikan. Polisi ingin mencocokkan keterangan para saksi dengan informasi yang telah diperoleh dari tersangka maupun pihak lain dalam perkara tersebut.

Fokus pemeriksaan antara lain berkaitan dengan promosi arisan, bentuk komunikasi dengan pengelola, serta kerja sama yang dilakukan. Keterangan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari proses penyidikan yang masih berjalan.

Nilai Transaksi Capai Rp71 Miliar

Kasus ini mendapat perhatian karena nilai transaksi yang disebut penyidik mencapai sekitar Rp71 miliar. Aktivitas yang ditelusuri berlangsung sejak Juni 2025 hingga Juli 2026, dengan korban yang dilaporkan berasal dari sejumlah provinsi.

Selain menelusuri promosi, polisi juga mengembangkan penyidikan terhadap aliran dana dan aset yang berkaitan dengan perkara. Sejumlah aset milik pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka turut menjadi bagian dari penelusuran penyidik.

Athalla Masih Menunggu Pemeriksaan

Dengan jadwal pemeriksaan pada 30 September, keterangan Athalla akan menjadi bagian dari informasi yang dikumpulkan penyidik. Pemeriksaan tersebut diharapkan membantu polisi memperjelas hubungan antara kegiatan promosi dan pengelolaan arisan yang sedang diselidiki.

Sampai pemeriksaan dilakukan, posisi Athalla dalam perkara ini tetap sebagai pihak yang dipanggil untuk memberikan keterangan. Penentuan status hukum seseorang merupakan bagian dari kewenangan penyidik berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang diperoleh selama proses penyidikan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %