Erika Richardo Lukis Kapal Nelayan di Maluku Utara, Karya Seninya Angkat Identitas Budaya Lokal

0 0
Read Time:3 Minute, 2 Second

Erika Richardo kembali menghadirkan karya seni di ruang yang berbeda dari kanvas. Kali ini, pelukis dan kreator konten tersebut menghias badan kapal nelayan di Maluku Utara dengan karya yang mengangkat potensi biota laut serta identitas budaya daerah. Kegiatan itu berlangsung di Pelabuhan Perikanan Bastiong, Ternate, pada Kamis, 24 September 2026.

Karya tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara. Erika juga berkolaborasi dengan sejumlah pelukis lokal dalam proses pengerjaannya. Kolaborasi tersebut membuat kapal nelayan bukan hanya berfungsi sebagai sarana melaut, tetapi juga menjadi media untuk membawa cerita tentang kehidupan dan budaya masyarakat pesisir Maluku Utara.

Kapal Nelayan Berubah Menjadi Media Seni

Badan kapal biasanya identik dengan aktivitas perikanan dan kehidupan masyarakat pesisir. Namun, dalam kegiatan ini, permukaannya dimanfaatkan sebagai ruang untuk menuangkan karya visual yang berkaitan dengan karakter Maluku Utara.

Pemerintah daerah melihat pendekatan tersebut sebagai cara untuk mempertemukan sektor perikanan dengan ekonomi kreatif. Kapal yang digunakan nelayan kemudian memiliki fungsi tambahan sebagai media visual yang dapat memperkenalkan cerita dan identitas daerah kepada masyarakat yang melihatnya.

Erika Richardo Berkolaborasi dengan Seniman Lokal

Dalam pengerjaannya, Erika tidak berkarya sendirian. Ia terlibat bersama beberapa pelukis lokal Maluku Utara untuk memasukkan unsur kearifan dan motif budaya khas daerah ke dalam desain kapal.

Kolaborasi tersebut membuat karya yang dihasilkan memiliki hubungan lebih dekat dengan lingkungan tempat kapal itu digunakan. Kehadiran seniman lokal juga membuka ruang bagi karya daerah untuk tampil berdampingan dengan nama seniman yang telah dikenal secara nasional.

Mengangkat Potensi Laut Maluku Utara

Salah satu unsur yang diangkat melalui lukisan tersebut adalah kekayaan biota laut. Pilihan tema ini berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Maluku Utara yang memiliki hubungan kuat dengan wilayah pesisir dan aktivitas perikanan.

Lukisan pada kapal kemudian menjadi bentuk komunikasi visual mengenai potensi daerah. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyebut karya tersebut dapat menjadi medium promosi kearifan lokal sekaligus memperkenalkan karakter wilayah kepada masyarakat yang lebih luas.

Kapal Bisa Membawa Cerita tentang Daerah

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan kapal nelayan dapat memiliki fungsi yang lebih luas ketika bagian luarnya dihiasi cerita mengenai daerah. Menurutnya, visual tersebut dapat memunculkan rasa ingin tahu bagi masyarakat maupun wisatawan yang melihatnya.

Gagasan ini menempatkan seni sebagai bagian dari ruang publik. Dengan begitu, karya seniman tidak hanya hadir di galeri atau ruang pamer, tetapi juga dapat ditemui pada benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bukan Kali Pertama Erika Melukis Media Tak Biasa

Erika Richardo sebelumnya juga pernah mengerjakan karya pada badan pesawat Boeing 737-800NG milik Garuda Indonesia. Karya tersebut dibuat dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2025.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa aktivitas melukis Erika tidak selalu terbatas pada media kanvas. Kali ini, kapal nelayan menjadi medium yang mempertemukan karya seni dengan kehidupan masyarakat pesisir Maluku Utara.

Seni dan Kehidupan Nelayan Bertemu

Kegiatan di Ternate tersebut juga berlangsung bersamaan dengan penyerahan bantuan kapal nelayan kepada sejumlah penerima. Sebanyak 10 unit kapal diserahkan secara simbolis kepada kelompok atau penerima dari beberapa wilayah di Maluku Utara.

Pertemuan antara bantuan perikanan dan karya seni memberikan konteks baru bagi kapal-kapal tersebut. Selain mendukung aktivitas nelayan, keberadaan lukisan di badan kapal membawa unsur cerita, kreativitas, dan identitas lokal ke ruang yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat.

Identitas Maluku Utara Hadir di Ruang Publik

Karya Erika Richardo di kapal nelayan menunjukkan bagaimana identitas budaya dapat disampaikan melalui media yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Unsur laut, kearifan lokal, dan motif budaya menjadi bagian dari visual yang hadir di lingkungan pesisir.

Bagi Maluku Utara, pendekatan seperti ini juga membuka kemungkinan baru dalam menghubungkan seni, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kapal nelayan yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain akhirnya dapat menjadi bagian dari cerita visual mengenai daerah asalnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %