Nira Selebgram Makassar Tuntut Pertanggungjawaban, Dugaan Kebocoran Foto Visum Jadi Sorotan

0 0
Read Time:3 Minute, 19 Second

Nama Nira alias NR, selebgram asal Makassar, kembali menjadi perhatian setelah kasus dugaan kebocoran hasil visumnya disorot di media sosial. Persoalan tersebut berkaitan dengan dokumen medis yang menurut Nira tersebar tanpa persetujuannya. Ia kemudian menyampaikan tuntutan agar pihak yang bertanggung jawab atas dugaan kebocoran tersebut diproses. Kasus ini juga membuat isu privasi pasien kembali menjadi pembahasan.

Perkara tersebut bermula dari laporan terhadap mantan suami Nira berinisial CD atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual pada Agustus 2025. Setelah membuat laporan, Nira menjalani pemeriksaan visum di RS Bhayangkara Makassar sebagai bagian dari proses hukum. Namun, kemudian muncul dugaan bahwa foto dan dokumen hasil pemeriksaan tersebut tersebar ke publik.

Nira Tuntut Pertanggungjawaban

Nira bersama keluarga kemudian menuntut pertanggungjawaban terkait beredarnya hasil visum tersebut. Pada 12 Februari 2026, ia ikut dalam aksi di depan Mapolda Sulawesi Selatan bersama sejumlah pihak yang memberikan dukungan terhadap tuntutannya. Dalam aksi itu, Nira meminta agar persoalan kebocoran dokumen medisnya mendapat penanganan.

Menurut keterangan Nira yang diberitakan sejumlah media, hasil visum yang seharusnya bersifat rahasia telah beredar luas. Ia juga menyebut adanya dugaan dokumen tersebut diperjualbelikan. Klaim mengenai penyebaran dan penjualan itu merupakan keterangan dari Nira dan masih berkaitan dengan proses penanganan kasus.

Dugaan Kebocoran Foto Visum Jadi Sorotan

Kasus ini mendapat perhatian karena dokumen visum merupakan bagian dari proses pemeriksaan dalam perkara yang dilaporkan Nira. Foto yang disebut berkaitan dengan pemeriksaan medis tersebut diduga ikut tersebar di ruang digital. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pembahasan mengenai perlindungan data dan kerahasiaan informasi pasien.

Nira menyampaikan bahwa dirinya mengalami tekanan sosial setelah dokumen tersebut beredar. Ia juga mempertanyakan bagaimana dokumen yang memiliki sifat rahasia bisa keluar dari lingkungan layanan kesehatan. Dalam tuntutannya, Nira meminta adanya penjelasan mengenai pihak-pihak yang memiliki akses terhadap dokumen tersebut.

Kasus Bermula dari Laporan TPKS

Sebelum persoalan visum menjadi sorotan, Nira terlebih dahulu melaporkan mantan suaminya berinisial CD atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Laporan tersebut dibuat pada 1 Agustus 2025 dan kemudian dilanjutkan dengan proses pemeriksaan medis. Visum menjadi salah satu bagian dari proses yang dijalani setelah laporan tersebut dibuat.

Karena itu, kasus kebocoran visum tidak dapat dipisahkan dari proses hukum yang lebih awal. Nira menjalani pemeriksaan tersebut dalam konteks laporan yang dibuat kepada kepolisian. Peredaran dokumen medis kemudian menjadi persoalan lain yang turut mendapat perhatian publik.

Tiga Tuntutan Disampaikan dalam Aksi

Dalam aksi di Mapolda Sulsel, Nira menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak rumah sakit dan pihak terkait. Salah satunya adalah permintaan maaf secara terbuka dari pihak yang dianggap memiliki kaitan dengan proses pemeriksaan. Ia juga meminta keterbukaan mengenai siapa saja yang memiliki akses terhadap dokumen hasil visum.

Nira turut meminta adanya tindakan terhadap pihak yang terbukti lalai atau terlibat dalam dugaan kebocoran. Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upayanya memperjuangkan hak privasi dan meminta proses hukum berjalan. Pada saat laporan media diterbitkan, pihak rumah sakit dan sejumlah pejabat terkait masih dimintai tanggapan mengenai persoalan tersebut.

RS Bhayangkara Disebut Lakukan Investigasi

Dalam perkembangan berikutnya, pemberitaan lokal menyebut RS Bhayangkara Makassar telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan adanya investigasi internal. Rumah sakit juga disebut berkomitmen memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran. Informasi tersebut menjadi bagian dari perkembangan penanganan kasus setelah tuntutan Nira mencuat.

Sementara itu, proses penyelidikan terhadap dugaan kebocoran juga terus menjadi perhatian. Pada Mei 2026, sejumlah media melaporkan adanya informasi mengenai lima orang yang disebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, informasi tersebut berasal dari keterangan keluarga yang diberitakan media dan perlu dibedakan dari konfirmasi resmi aparat penegak hukum.

Isu “Pelakor” Berbeda dengan Kasus Nira

Di media sosial, nama Nira juga sempat dikaitkan dengan narasi mengenai “pelakor”. Namun, narasi tersebut perlu dipisahkan dari kasus hukum yang melibatkan Nira. Pemberitaan mengenai Nira yang dapat diverifikasi dalam sumber-sumber tersebut berfokus pada laporan dugaan TPKS terhadap mantan suami dan persoalan dugaan kebocoran hasil visum.

Karena itu, menghubungkan kasus Nira dengan perkara “pelakor” tanpa dasar yang jelas berpotensi mencampurkan dua persoalan berbeda. Perkembangan yang menjadi sorotan dalam kasus Nira berkaitan dengan perlindungan privasi pasien dan dugaan penyebaran dokumen medis. Sementara proses hukum terkait dugaan kebocoran tersebut masih menjadi perhatian pihak terkait.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %