Reza Oktovian atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arap memperluas perjalanan kariernya dari dunia konten digital dan musik ke layar lebar. Ia terlibat dalam film Harusnya Horror sebagai pemeran sekaligus sutradara. Film bergenre komedi horor tersebut menjadi debut penyutradaraan Arap dan resmi tayang di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.
Proyek tersebut menjadi pengalaman baru bagi Arap karena ia harus menjalankan dua peran sekaligus selama produksi. Di satu sisi, ia mengarahkan jalannya film, sementara di sisi lain ia ikut tampil sebagai karakter utama bernama Mas. Keterlibatannya membuat Harusnya Horror menjadi proyek yang mempertemukan pengalaman Arap sebagai kreator dengan proses produksi film layar lebar.
Dari Kreator Konten ke Layar Lebar
Nama Reza Arap sebelumnya lebih dikenal melalui aktivitasnya sebagai kreator konten, YouTuber, streamer, dan musisi. Ia telah lama membangun aktivitas di dunia digital sebelum mencoba mengembangkan karya dalam bentuk film.
Harusnya Horror kemudian menjadi ruang bagi Arap untuk membawa pengalaman tersebut ke produksi layar lebar. Proyek ini juga dikerjakan bersama ekosistem kreator yang dekat dengannya, termasuk AAA Clan.
Debut sebagai Sutradara
Harusnya Horror menjadi film panjang pertama yang disutradarai Reza Arap. Ia tidak hanya terlibat dalam proses kreatif dari balik kamera, tetapi juga mengambil peran sebagai salah satu pemain.
Menurut catatan Lembaga Sensor Film, Reza Oktavian tercatat sebagai sutradara film tersebut. LSF juga mencatat Harusnya Horror sebagai produksi Essjay Studios dan AAA Clan dengan durasi 106 menit serta klasifikasi usia 13 tahun ke atas.
Memerankan Sosok Bernama Mas
Dalam film ini, Arap memainkan karakter bernama Mas. Ceritanya mengikuti seorang pria yang meninggal secara mendadak dan kemudian mendapat tugas dari akhirat untuk menakut-nakuti 100 ribu manusia.
Mas justru menghadapi masalah karena dirinya tidak memiliki sosok yang menakutkan. Ia kemudian bertemu kelompok kreator konten horor dan bekerja sama dengan mereka. Dari sinilah cerita berkembang menjadi perpaduan antara dunia hantu, konten digital, persahabatan, dan ambisi mendapatkan popularitas.
Kreator Digital Jadi Bagian dari Cerita
Latar belakang Arap sebagai kreator juga terasa dalam konsep Harusnya Horror. Film tersebut mengangkat sekelompok kreator yang membuat konten horor dan berusaha mendapatkan perhatian penonton melalui materi yang mereka produksi.
Konsep tersebut membuat dunia kreator digital menjadi bagian penting dalam cerita. Arap juga menggandeng sejumlah anggota AAA Clan untuk tampil dalam film, termasuk Tierison, Bravy, King Aloy, Garry Ang, Yukatheo, Niko Junius, Ibot, dan Tepe.
Proses Produksi Menjadi Tantangan Baru
Menjadi sutradara sekaligus pemain membuat Arap menghadapi tanggung jawab yang berbeda dari pekerjaannya sebagai kreator. Ia harus mengarahkan pemeran dan menjaga proses produksi, sekaligus mempersiapkan dirinya untuk tampil di depan kamera.
Dalam keterangannya kepada ANTARA, Arap juga menyebut produksi film menjadi sarana eksplorasi. Ia menjalani pengalaman baru dengan mencoba proses pembuatan film panjang dan mengarahkan para pemain yang sebagian besar berasal dari lingkungan kreator.