Saputra Kori Masuk Layar Lebar lewat 402: Rumah Sakit Angker Korea, Sempat Ditolak Casting Puluhan Kali

0 0
Read Time:2 Minute, 13 Second

Saputra Kori memperluas perjalanan kariernya dari dunia konten digital ke layar lebar. Kreator asal Bali yang dikenal memiliki lebih dari 20 juta pengikut di TikTok itu tampil dalam film horor 402: Rumah Sakit Angker Korea. Film garapan Anggy Umbara tersebut menjadi salah satu langkah Kori untuk mencoba dunia akting setelah sekitar enam tahun berkecimpung sebagai kreator konten.

Di balik kesempatan tersebut, Kori ternyata harus melewati proses casting yang cukup panjang. Ia mengaku sempat ditolak puluhan kali sebelum akhirnya mendapatkan peran. Menurutnya, jumlah pengikut di media sosial bukan jaminan seseorang langsung mendapatkan tempat di industri perfilman.

Berawal dari Dunia Konten Digital

Sebelum masuk ke film, nama Saputra Kori lebih dulu dikenal melalui konten di media sosial. Aktivitasnya sebagai kreator membuatnya memiliki basis pengikut dalam jumlah besar di TikTok dan YouTube.

Setelah sekitar enam tahun menjalani aktivitas sebagai kreator, Kori mulai tertarik mencoba bidang lain di industri hiburan. Akting menjadi salah satu pilihan yang ingin dijalaninya karena menawarkan pengalaman berbeda dari membuat konten sehari-hari.

Puluhan Kali Gagal Casting

Popularitas di media sosial ternyata tidak membuat perjalanan Kori menuju layar lebar berlangsung mudah. Ia mengungkapkan pernah mengikuti casting berkali-kali dan mengalami penolakan hingga puluhan kali.

Kori juga menyadari bahwa publik hanya melihat hasil akhirnya ketika seorang kreator mendapatkan peran. Proses audisi dan kegagalan yang terjadi sebelumnya justru jarang diketahui. Karena itu, ia menegaskan bahwa kesempatan bermain film tetap harus melewati proses casting.

Mendapat Peran sebagai Adit

Dalam 402: Rumah Sakit Angker Korea, Kori memainkan karakter bernama Adit. Tokoh tersebut merupakan bagian dari kelompok kreator konten yang melakukan penelusuran ke sebuah rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan.

Cerita film mengikuti sekelompok kreator yang mengejar jumlah penonton melalui konten horor. Mereka awalnya datang dengan tujuan membuat konten, tetapi situasi berubah setelah berbagai kejadian menyeramkan mulai muncul di lokasi.

Akting Sambil Mengoperasikan Kamera

Peran Kori memiliki tantangan tersendiri karena film menggunakan pendekatan found footage. Para pemain tidak hanya berakting, tetapi juga harus mengoperasikan kamera yang menjadi bagian dari cerita.

Kori termasuk pemain yang cukup sering menggunakan kamera secara langsung. Ia harus membagi konsentrasi antara memainkan karakter Adit dan memastikan kamera tetap merekam adegan dengan baik. Perangkat kamera yang dipasang pada tubuh juga digunakan selama berjam-jam dalam proses produksi.

Membawa Pengalaman Kreator ke Film

Latar belakang Kori sebagai pembuat konten ikut membantu ketika menjalani film yang berpusat pada kehidupan kreator digital. Ia memahami bagaimana proses membuat konten dan bagaimana seorang kreator mengejar perhatian penonton.

Namun, pengalaman tersebut tetap berbeda dengan produksi film. Kori harus mengikuti arahan sutradara, membangun karakter, sekaligus menyesuaikan diri dengan teknik pengambilan gambar yang menjadi bagian dari cerita. Tantangan itu membuat pengalaman bermain film menjadi sesuatu yang berbeda dari aktivitasnya di media sosial.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %